Sabtu, 11 Maret 2017

Berlarilah dan terus tetap ada di lintasan






       Angin yang sejuk dengan sinar matahari yang membuat mata sipit ini berkerinyit. Langkah kaki yang terus saja melangkah di jalan mulus ini. Detak jantung yang ikut berlari kencang, antara mengatur nafas atau sejenak mengelap keringat yang sedikit demi sedikit keluar. Sesekali mulut ini ingin mengeluarkan suara untuk melepaskan penat yang ada di pikiran. Aku harus terus berlari dan terus berada di lintas perjalanan ini. Jika aku berhenti sejenak maka aku berarti tidak mampu, aku harus kembali lagi ke titik awal. Apapun yang terjadi kaki ini harus terus melangkah entah itu berlari kencang atau berlari pelan. Kaki ini tidak boleh berhenti !!! 10 putaran tetap 10 putaran, jika aku berhenti maka cukup sudah jangan bermimpi menjadi pelari yang hebat jika kau tidak bisa berlari.

Aku bukan perempuan yang obsesif dengan penuh ambisi besar. Aku tidak ingin menjadi seseorang yang “Wah” atau  bak selebritis yang dipuja puji banyak orang. Aku cukup tau diri dengan kemampuanku dan apa yang kumiliki, tapi aku tak mau membatasi diriku. Aku bebas berkarya, berekspresi atau hanya sekedar menikmati hidup ini. Aku terlalu sibuk dengan duniaku sendiri untuk be do the best bagi diriku. Aku tidak egois melakukan hal hanya untuk diriku saja, aku hanya perlu egois dengan diriku sendiri untuk menjadikan diriku ini lebih baik. Target yang selalu aku tuliskan di setiap pekerjaanku bukan untuk ambisi besar tetapi bagaimana diriku ini mampu mencapai itu dan bertanggung jawab dengan target yang aku inginkan. Aku tidak ingin hidup layaknya air mengalir dan luas bagaikan lautan. Aku takut tenggelam dan hanyut di dalam air yang penuh karena aku cukup terlena.
Mungkinkah kamu merasa sendiri? Jawabannya iya. Tidak jarang orang hidup di dunia seribut dan seramai ini merasa kesepian. Maaf bukan kesepian tapi merasa bahwa dunia ini hanya dia sendiri. Waktu membuat semua manusia terus berubah dan berkembang. Mereka bertemu dengan orang, lingkungan, dan hal yang berbeda-beda. Perbincangan menjadi semakin luas, satu sama lain memiliki topik yang berbeda-beda. Bahkan setiap manusia selalu memiliki kebiasaan dan perilaku yang berbeda. Mereka berbicara dari hal yang menarik sampai yang membosankan. Bagiku itu hal biasa untuk mengisi waktu luang.
Smartphone dan apapun gadget yang ssekarang berkembang maju pesat memang sudah meracuni kehidupan manusia. Bahkan berbagai aplikasi sengaja dibuat untuk membuang waktu manusia. Sadar atau tidak sadar benda macam itu memang membuat kita menjadi zombie. Jari jari tanganmu mungkin akan merasa gatal untuk tidak menyentuh layar kaca sentuh itu. Kamu semakin penasaran denga n isi dari smartphone yang kau tinggalkan sejenak untuk sekedar mandi atau makan. Barang itu memang ampuh sekali untuk menemani rasa kesepianmu hingga kamu memiliki dunia baru untuk dirimu sendiri. Dunia baru yang kamu tahu sendiri, tersenyum sendiri atau bahkan sedih hanya melihat isi layar kaca itu.
 Apakah aku cukup menikmati beristirahat dengan smartphone ketika aku Lelah berlari? Sepertinya tidak. Sebaliknya aku takut dengan benda satu itu, aku takut dia membuatku terlena untuk terus bermain atau hanya sekedar memainkan jari-jari ini melihat gambar-gambar yang bisa membuatku konsumtif. Aku takut langkahku terhenti dan membuang waktuku dengan asik masuk ke dunia digital penuh dengan kesemuan. Aku mulai resah melupakan target yang sudah aku tuliskan, dan aku mulai tersadar bahwa aku harus terus menggerakkan kaki ini untuk melangkah lebih kencang.
Aku tidak perlu berhenti, ketika aku masih mampu berlari. Jika aku tak mampu berlari kencang aku masih harus terus melangkah di lintasan yang sama Karena mimpiku berpacu pada langkah yang kutempuh”, -Mariska-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar