Rabu, 12 September 2012

Sebuah Langkah Besar dimulai dari hal kecil


“Sudahlah, nilaiku Cuma segini kog gak usah muluk-muluk harus cepet dapet kerjaan”
“ Sebenarnya…..aku pengen ikut, tapi gak ada temennya. #malu”
“Kenapa harus makan sayur? Kan lebih enak makan gorengan gakpapa kolesterol dikit kog”
“Aku ituuu gak hebat, jadi gak mungkin dapet kerjaan jadi direktur”
“ Kenapa harus cari kerjaan yang lain? Kalo jadi bawaha lebih aman kog”
“Olahraga? Ngapain? Udah sehat kog yg lain juga gak tuh”
“bisa gak ya masuk di jurusan A…..”
                Beberapa penggalan pembicaraan ini pernah dan bahkan sering kita dengar di kehidupan ini. Rasa pesimis, kurang percaya diri dan bahkan tidak punya pendirian. Terkadang kita akui juga semua itu  dipengaruhi lingkungan. Tapi coba kita pikir ulang lagi deh, sebenarnya kenapa kita menghambat jalan keinginan kita sendiri? Berkeinginan olahraga atau mencari pekerjaan sampingan tapi karena ada rasa takut dan gak ada temennya. Langkah menuju kesana gak jadi, malah mengurungkan niat dan ujung-ujungnya semua gak dilakuin. Beda kasus, kita merasa acuh dan kurang care terhadap tubuh kita sendiri. Makanan apa aja dimakan cuma ikut-ikutan orang lain dan biar dibilang gahul. Nongkrong di café minum kopi tiap hari atau makan siang dengan junk food. Oooohhh apa kebiasaan seperti itu harus diperhatikan?
                Itu semua hanya sebagian kecil dari hidup ini mengenai bagaimana kita tidak berani mengambil langkah besar untuk hidup kita sendiri. Kita selalu nyaman di posisi zona aman, tidak ingin jatuh di zona penuh tantangan atau zona yang bakalan bikin kita jatuh bangun. Ada orang yang sebaliknya merasa hidup di zona aman akan membuat hidupnya kurang hidup . Padahal dari zona yang membuat kita jatuh bangun itu banyak pelajaran yag bakalan kita dapatkan. Ketika kita jatuh, belajar untuk berusaha keras mecapai masa jaya. Ketika masa jaya kita belajar dari kegagalan supaya tidak terjatuh lagi .
                Lalu? Kenapa kita harus menggantungkan pilihan hidup kita ke orang lain? Oke, kita memamng makhluk social. Makhluk yang harus hidup dengan makhluk lainnya. Tapi apakah dalam menentukan pillihan kita juga harus mengikuti mereka? Ooooh jelas TIDAK ! Kita berhak menentuka jala hidup kita sendiri. Bagaikan kapal yag berlayar harus menggunakan kompas untuk menggapai tujuannya bukan hanya bergantung pada arus ombak. Begitu juga dengan pilihan kita, bukan hanya ikut-ikutan teman-teman kita untuk menentukan pilihan.
                Sempat teringat, bagaimana seorang siswa yang lebih mencintai ilmu social dibanding ilmu eksakta. Tetapi harus terjerumus masuk di ilmu yang bukan bidangnya haya karena ikut-ikutan tema-temannya. Alhasil, apa yang dilakukannya serba terpaksa bukan karena niat dan keyakinan hatinya utuk memilih jurusan sesuai pilihannya. Tidak ada kata terlambat untuk mengubah semuanya, bahwa di hidup ini kita masih punya waktu untuk menentukan pilihan sesuai keyakinan diri sendiri. Dan jangan pernah ragu untuk mengambil keputusan yang berbeda, bukan sekedar mengikuti arus. Beranimembuat pilihan, kalau kita tidak pernah mecoba kita tidak akan pernah tahu yang sebenarnta tentang kemampuan diri kita sediri. Mari kita lakukan sebuah langkah besar yang dimulai dari hal kecil ^_^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar