Kamis, 21 Juni 2012

Berikan sayap untuk si Itik

            Memandang langit yang gelap, hitam bahkan tiada bintang. Mendengar suara aneh yang seharusnya tak perlu didengarkan. Membayangkan hal-hal yang masih saja tersimpan dalam memori. Itik tetap terus melihat ke arah langit, awan saja sudah turun ke bumi lalu kenapa bintang tak kunjung datang untuk menghiasi malam itu? Itik masih melamun dan terus berpikir akankah dia bisa punya sayap seperti teman-temannya si burung. Ketika pagi hari si burung akan berkicau lepas dan terbang sebebas mungkin melihat matahari terbit dan bahkan menghirup udara yang segar di atas sana.
          Menjelang malam pun si burung akan berhamburan di langit bersama teman-temannya untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Itik masih saja membayangkan bagaimana senangnya dan bahagiannya dya jika "punya sayap" yah itik tidak akan kesepian lagi ketika dya punya sayap, bisa terbang kemana saja, kapan saja bahkan berkicau sesukanya.
          Tik ...Tok...Tik....Tok..... waktu terus saja berputar, itik masih saja duduk termenung sambil melihat langit. Tiba-tiba dya tersenyum lepas dan tertawa kecil, kenapa aku membayangkan hal-hal yang tidak aku miliki? Membayangkan yang mustahil? Aku memang bukan si burung yang punya sayap yang bisa terbang kemana saja, tapi aku punya sayap untuk menggapai apa yang aku inginkan nanti, sayap itu akan semakin lebar ketika aku bisa menjadi diri sendiri, diriku yang sebenarnya.
          Itik beranjak, berjalan dan tersenyum "Suatu hari nanti aku akan punya sayap sendiri bahkan sayap itu lebih bagus daripada si burung " . Itik mengakhiri lamunanya malam itu kembali ke rumahnya dan berkumpul dengan keluarganya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar