Rabu, 23 Mei 2012

Pohon Untuk Merapi Sebagai Tanda Cinta


 
            Masih teringat kejadian beberapa saat yang lalu, bahwa terjadi erupsi merapi yang banyak menewaskan korban jiwa, dan banyak orang luka-luka saat kejadian itu. Erupsi merapi benar-benar menyorotkan public saat itu. Beberapa hari Yogyakarta diguyur hujan abu vulkanik. Bahkan saat itu penjual dan tempat yang paling sering dikunjungi adalah “Apotek” jelas saja, dimana-mana orang membutuhkan masker. Bahkan bantuan dan relawan dari luar kota juga banyak yang membantu mengevakuasi dan memberi bantuan bagi pengungsi. Namun, sekarang masyarakat daerah merapi mulai bangkit dan menata kembali kehidupannya tapi yang paling menjadi sorotan tajam adalah perubahan lingkungan yang terjadi disana.
                Long weekend kemaren, saya berkesempatan dan punya waktu untuk berjalan-jalan di daerah kawasan kaliurang yang masih daerah lereng gunung merapi. Sebenarnya itu pertama kali saya menginjakkan kaki ke taman nasional gunung merapi yang namanya “ Plawangan Turgo” atau orang sering sebut telaga putri. Di tempat ini menyuguhkan panorama alam yang bagus tentang pegunungan merapi juga dan air terjun. Tetapi, taman wisata ini mengalami perubahan setelah terjadinya erupsi merapi. Berbagai pohon mati terkena erupsi sehingga perlu perwatan dan penanaman pohon kembali untuk membuat taman wisata itu seperti dulu lagi.
                Air terjun yang terkenal juga hanya sedikit air yang terjun, karena efek erupsi juga. Tetapi bukan berarti obyek wisata itu jadi sepi pengunjung. Bahkan banyak pengunjung domestic maupun mancanegara berkunjung ke daerah tersebut untuk melihat pemandangan alam disana. Meskipun sudah berbeda, tetapi udara disana masihh sejukkkk dan dingin tentunya. Apalgi ketika aku bermain air di air terjun, sungguh segar sekali airnya.
                Ketika aku bertanya-tanya tentang obyek wisata tersebut, salah satu petugas disana mengatakan”kalo besuk mbaknya kesini lagi kalau udah punya anak atau cucu, pasti air terjunnya deras dan pohon-pohon akan tumbuh tinggi san banyak” Sempat terlintas di pikiran, untuk melihat pohon-pohon tumbuh besar seperti itu harus nunggu 10 tahun bahkan lebih untuk menikmati kesejukan pohon sebesar itu? Sudah dimakan umur mungkin ya. Padahal diluar sana, orang seakan gampangnya menebang pohon sesuka hati hanya untuk memenuhi kepentingan pribadinya. Miris sebenarnya, tapi ini kenyataan. Bahkan terjadi di Indonesia juga.
                Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki semua. Tentu saja kalo kita memulai dari sekarang untuk melestarikan lingkungan hidup. Suatu saat nanti alam akan mengucapkan terimakasih juga dengan kita. Memberikan udara yang segar, kesejukan alam dan melindungi kita dari kekurangan air. Lalu? Ini tugas kita bersama untuk menjaga alam ini sebagai sahabat manusia.  ^_^


suasana taman rekreasi yang dikelelingi pohon
suasana perbaikan dan pembangunan untuk fasilitas umum
Melepas lelah di atas pohon yang tumbang

Air terjun yang airnya sedikit
Kondisi air terjun setelah terjadi erupsi




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar