Sabtu, 14 April 2012

Sekali-kali butuh ke- ekstreman


Biru langit dipenuhi gumpalan awan putih yang senantiasa menemani perjalanan kami menuju suatu pantai di daerah selatan Yogyakarta tepatnya ke daerah pantai depok. Sesampai disana ternyata pantainya sepi dan kotor. Aku dan teman-teman merasa tertantang untuk mecari pantai yang lain dengan pasir putih bukan pasir hitam. Salah satu temanku memberikan ide untuk pergi ke daerah gunungkidul yang terkenal dengan pantai yang exotic yang katanya gag kalah sama pantai yang ada di pulau bali. Kita bergegas berangkat menuju gunung kidul dengan motor. Kita bertiga melewati jalanan untuk menuju pantai yang benar-benar kita inginkan.
Dalm perjalanan, aku agak tertantang dan mulai takut dengan perjalanan ini. Di kanan-kiri perjalanan  ada panglat yang bertuliskan “Hati-hati rawan kecelakaan” dan sering terjadi kecelakaan di daerah tersebut. Aku bener-bener shock banget liat jalanan naik turun bahkan aku sendiri yang mengendarai motor ketika perjalanan menuju pantai. Kalau aku bilang jalanan itu bagaikan kita naik rooler cooster benar-benar menguji adrenalin. Perjalanan kami tempuh kurang lebih 2,5 jam, semakin mendekati pantai semakin menantang perjalanan menuju kesana. Jalan berkelok-kelok , sepi dan kanan kiri dipenuhi sawah. Saking hebohnya aku dan temanku yang berboncengan teriak-teriak bagaikan naik wahana rooler cooster “huwa…..” sesekali kita berteriak karena jalannya benar-benar mengerikan.
Sesampai di pantai yang bernama “pantai siung” semuanya seakan terbayarkan. Pasir putih terhampar luas, tebing-tebing tinggi , karang dan langit biru. Saat itu terik matahari benar-benar panas-panasnya tapi tidak menghentikan langkahku untuk bermain air dan pasir di pantai tersebut. Bermain ombak, berbasah-basahan, dan berlari-lari di hamparan pasir putih. Perjalanan yang mengerikan yang akau lalui menuju pantai itu adalah tantangan yang harus dibayar untuk mendapatkan keindahan alam yang memukau seperti itu.
Tak puas dengan pantai suing kita mencoba pantai sundak yang jaraknya kurang lebih 10km dari pantai suing. Tetapi tetap kita harus menempuh jalanan yang berkelok-kelok. Sesampai di pantai sundak di antara siang hari dan sore hari tepat jam 15.00 sore. Matahari tidak terlalu menyengat tubuh kita. Kita tiduran di atas hamparan pasir sambil memandang langit dan merasakan angina laut. Benar-benar exotic sekali. KIta bermain dan berfoto ria mengabadikan moment indah tersebut dengan kenampakan alam yang memukau. Saking senangnya kita jadi lupa waktu, jam sudah menunjukkan 16.30 sore. Padahal untuk menuju kota Yogyakarta perlu waktu 2-3 jam. Akhirnya kita memutuskan untuk bergegas pulang karena takut terlalu malam sampai rumah.
Ketika perjalanan pulang kita mulai ragu dan binggung arah jalan pulang. Ragu dalam menentukan arah pulang karena kita semua sama-sama gag tahu dan lupa jalan yang kita lalui ketika berangkat. Apalagi itu pertama kalinya aku pergi ke daerah tersebut. Akhirnya kita hanya berpedoman pada penunjuk arah panglat berwarna hijau untuk pulang. Hujan deras menemani perjalanan kita. Perjalanan pulang inilah yang paling mendebarkan bayangkan saja 3 perempuan menggunakan motor pulang tanpa tau jalan dengan medan jalan yang bisa dibilang ekstrim. Tetapi aku terus berdoa supaya kita semua selamat sampai rumah.
Jalanan kanan-kiri tidak ada penerangan, hanya lampu kendaraan saja yang menyinari jalanan. Hujan tambah deras tapi kita tidak berhenti melajukan kendaraan untuk sampai rumah. Di dalam setengah perjalanan, kita berhenti sejenak karena tiba-tiba terjadi kecelakaan bus dengan mobil. Kita harus sabar menunggu melewati jalan tersebut karena harus satu-satu melewati jalan tersebut. Lagi-lagi jalanan makin ekstrim ditambah panglat sana sini bertuliskan daerha rawan kecelakaan. Sam[pai di daerha patuk atau kalo orang sebut bukit bintang. Kit a mencoba melambatkan laju ketika sampai di dekat jembatan dan kita lihat Jogjakarta dari situ. Kelap kelip lampu dan suasana bagus banget. Meskipun tantangan yang aku hadapi untuk, At least aku bisa melihat kenampakan alam yang begitu mempesona. Nekad yang berujung pengalaman yang tak terlupakan 

 ini dia pantai depok, walaupun pasir bukan putih. tapi harus tetep "ceria"

tetap eksislah walaupun matahari sangat panas...hahhahhahha:)

 main air di pantai pasir putih memang tujuannya, hahhahhahah



 Cari kerang apa cari uang di dalam pasir nih, hahhahha:)



main pasir yuk yuk yuk, alias tiduran di atas pasir putih



sandal 3 pengelana yang nekat, hahhahha


hahhahah, 3 sahabat unyu2

2 komentar:

  1. follow blog ku blh loh :p

    http://rheevarinda.blogspot.com/

    BalasHapus
  2. hahhah, bukannya udah aku follow? hahha. okewdeh

    BalasHapus