Senin, 20 Februari 2012

@Tamansari

       "Jogja...Jogja".....buat saya kota jogja sudah tidak asing lagi di telingaku. Tentu saja dari lahir sampai sekarang saya masih menetap di kota tercinta ini dan belajar di sini juga. Tapi tantangan juga buat saya sebagai orang jogja, untuk berbagi mengenai kota ini. Dari mulai pariwisata, budaya sampai kuliner. Pernah ke taman sari? Maen atau hanya sekedar foto-foto saja? Banyak orang menggagumi keindahan bangunanya dan juga cerita klasik d baik bangunan tersebut. 
       Masa setelah Perjanjian Giyanti, Pangeran Mangkubumi membangun keraton sebagai pusat pemerintahan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I membangun keraton di tengah sumbu imajiner yang membentang di antara Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis. Titik yang menjadi acuan pembangunan keraton adalah sebuah umbul (mata air). Untuk menghormati jasa istri-istri Sultan karena telah membantu selama masa peperangan, beliau memerintahkan Demak Tegis seorang arsitek berkebangsaan Portugis dan Bupati Madiun sebagai mandor untuk membangun sebuah istana di umbul yang terletak 500 meter selatan keraton. Istana yang dikelilingi segaran (danau buatan) dengan wewangian dari bunga-bunga yang sengaja ditanam di pulau buatan di sekitarnya itu sekarang dikenal dengan nama Taman Sari.
     "Dari atas Gapura Panggung ini Sultan biasa menyaksikan tari-tarian di bawah sana. Bangunan-bangunan di sampingnya merupakan tempat para penabuh dan di tengah-tengah biasa didirikan panggung tempat para penari menunjukkan kepiawaian dan keluwesan mereka," terang seorang pemandu ketika YogYES memasuki Taman Sari. Dari Gapura Panggung, pemandu membawa YogYES masuk ke area yang dulunya hanya diperbolehkan untuk Sultan dan keluarganya, kolam pemandian Taman Sari. Gemericik air langsung menyapa. Airnya yang jernih berpadu apik dengan tembok-tembok krem gagah yang mengitarinya. Kolam pemandian di area ini dibagi menjadi tiga yaitu Umbul Kawitan (kolam untuk putra-putri Raja), Umbul Pamuncar (kolam untuk para selir), dan Umbul Panguras (kolam untuk Raja).
      Ketika saya berkunjung ke taman sari, salah satu penuturan guide disana, jika ada selir yang mendapatkan bunga dari raja. Bunga yang dijatuhkan raja dari atas. Maka selir itu yang berhak menemani raja saat itu. Waah....selirnya banyak berarti ya. hehehe. Okay guys, If you interested about this place, please....coming and enjoy "water castle of tamansari"  

Berpose di dekat kolam



bersama sahabat yang selalu menemani
  
     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar