Sabtu, 28 Mei 2011

Menarik Harmoni ke Dalam Hidup


-D’masive Jangan Menyerah-
Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa

Musik tidak pernah lepas dari kehidupanku. Musik selalu menghiasi hari-hariku. Aku percaya bahwa musik itu memberikan aku banyak inspirasi bahkan pelajaran hidup buat aku. Lagu D’masive Jangan Menyerah adalah salah satu lagu yang sering aku dengarkan dan merupakan “the soundtrack of my life”. Sebelum tidur, setelah tidur, belajar bahkan ketika aku mengendarai motor menuju kampus, lagu d’masive jangan menyerah menemani dan mengawali aktivitasku. Lagu ini memberikan aku sebuah pelajaran hidup yang berharga.
Semua itu berawal ketika aku jatuh down karena suatu impian terbesarku  tidak tercapai dengan kata lain aku mengalami sebuah kegagalan. Saat itu aku merasa hancur bahkan selama beberapa minggu aku mengganti nomer hape untuk menghindar dari teman-temanku. Aku sering menyendiri menyesali kenapa hidupku benar-benar terpuruk. Aku takut bertemu dengan teman-temanku, aku jarang keluar rumah kalau tidak ada hal yang penting.
 Selama aku merasa kesedihan  aku mulai membaca buku-buku psikologi supaya kesedihanku agak berkurang dan membaca artikel-artikel yang memotivasi. Ketika aku browsing, aku mendengarkan sebuah lagu d’masive Jangan Menyerah dari  Radio Swaragama. Aku tertarik dengan lagu itu, jadi aku mendownload video dan mp3 lagu tersebut. Setiap harinya aku memutar video lagu tersebut berkali-kali. Semakin lama rasa sakitku ini semakin berkurang, aku mulai bangkit dari keterpurukan ini. Aku mulai berani menerima kenyataan. Dukungan social dari teman-temanku datang silir berganti untuk membantuku bangkit dari keterpurukan . Berlalunya waktu aku mulai membuka diri dan tidak menyendiri terus.

Pelajaran hidup
Aku mulai menerima kenyataan bahwa aku gagal, tapi aku tetap berjuang untuk menatap hidup ini dengan baik. Suatu hari aku diajak salah satu temanku untuk mengikuti sebuah aksi sosial yaitu bagi-bagi makanan dan pakaian pantas pakai buat orang yang membutuhkan. Sasaran tempat untuk bagi-bagi makanan dan pakaian pantas pakai adalah di daerah Pasar Beringharjo. Sebenarnya aku bertanya dalam hatiku kenapa membagikan makanan dan pakaian pantas pakai disana bukannya daerah itu adalah pasar tempat orang berjualan. Sesampainya disana, betapa terkejutnya aku ketika aku melihat ibu-ibu buruh gendong  beristirahat memadati pinggir pertokoan di belakang pasar Beringharjo.
Suasana sore itu pinggiran pertokoan dipenuhi ibu-ibu buruh gendong yang saling bercengkerama, bercanda dan ngobrol ditemani rintikan hujan. Kardus dan kain seadanya adalah alas mereka beristirahat. Sebagian besar ibu-ibu buruh gendong sudah menginjak lansia. Aku mulai mendekati mereka membagikan makanan yang aku bawa dengan kantong plastic besar. Mereka terlihat senang ketika aku membagikan nasi bungkus dan teh hangat. Tidak ketinggalan aku mulai menawarkan pakaian pantas pakai juga. Aku mencoba mencarikan pakaian yang pantas untuk ibu-ibu dan membagikannya dengan rata sehingga tidak berebut. Maklum bantuan yang kita bawa saat itu tidak terlalu banyak dibandingkan jumlah orang disana.
Temanku sempat bercerita di sela-sela kami membagikan bantuan, ibu-ibu buruh gendong itu berasal dari berbagai kabupaten di Jogja. Sebagian besar dari Bantul dan Gunung kidul Setiap malam mereka bermalam di depan pertokoan. Dari pagi sampai sore mereka bekerja di pasar. Mereka kadang pulang ke rumah kalau sudah punya banyak uang. Subhanallah, aku tidak membayangkan jika aku tidur beralaskan kardus atau kain dalam dinginnya malam tiap hari. Mungkin aku langsung masuk angin karena kedinginan. Tapi tidak untuk ibu-ibu buruh gendong, semangatnya  begitu besar mencari nafkah untuk keluarganya.
Seorang laki-laki menepuk bahuku, aku menoleh ke arahnya. Dia mengeluarkan bahasa isyarat yang aku tidak tahu apa maksudnya. Temanku menjawab dengan bahasa isyarat dan membantuku untuk memahami apa yang dia bicarakan. Aku mulai sadar bahwa dia adalah seorang Tuna Wicara. Aku mulai berkenalan dengannya, mulai belajar untuk memahaminya dalam berbicara. Dia begitu antusias dengan acara ini. Aku melihat tawanya dan senyumnya rasanya dia begitu bahagia. Dia tidak malu dengan kekurangannya, dia mulai memberikan lelucon dan senyum kebahagiaan pada teman-teman yang lain.
Setelah acara aksi sosial selesai. Aku pulang ke rumah dengan membawa pelajaran berharga dalam hidupku. Aku mulai merenung di kamar. Dalam hatiku aku mulai berkata “ ya tuhan, apakah aku ini merupakan hambamu yang tidak bersyukur. Aku yang memiliki panca indra dengan lengkap dan diberikan kecukupan seperti ini selalu mengeluh padamu atas kekuranganku, sedangkan mereka yang kekurangan tetap berjuang dan bersyukur padamu dengan apa yang diberikan padamu kepada mereka”

Sebuah Perenungan
          Lagu jangan menyerah merupakan lagu istimewa yang mengajarkan aku bahwa hidup ini adalah anugrah terindah dari tuhan. Apa yang diberikan tuhan pada kita harus disyukuri. Sedikit atau banyaknya rejeki yang diberikan tuhan kepada kita tetaplah kita harus mensyukurinya. Tuhan akan memberikan rejeki yang lebih jika kita mensyukuri apa yang diberikan.
Dalam menjalani kehidupan ini kita akan menemui kesulitan, kesedihan, bahkan kegagalan tapi kita tidak boleh menyerah menghadapinya. Kita harus tetap berjuang menjalani kehidupan ini. Kekurangan bukanlah sebuah penghalang untuk menjalani kehidupan ini.
Kehidupan ini begitu indah apalagi jika kita berbagi bagi orang-orang yang memerlukan bantuan. Banyak orang di luar sana membutuhkan pertolongan kita. Menyisihkan rejeki kita bagi orang-orang yang memerlukan. Kita akan merasa lebih bahagia jika kita memberikan kebahagiaan kepada orang lain.
Semenjak itu, aku mulai berubah. Aku mulai membuka mata, hati dan pikiran bahwa di dunia ini banyak orang yang hidupnya mungkin tidak lebih baik dengan hidup yang aku jalani. Aku mulai belajar bersyukur dan belajar menerima kekurangan. Sebuah kebahagiaan berawal dari kehidupan yang kita jalani.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar