Kamis, 21 April 2011

PEREMPUAN SANG INSPIRATOR

PEREMPUAN SANG INSPIRATOR
Hari Sabtu Wage, tanggal 27 Mei 2006 pukul 05.53 WIB, gempa bumi berkekuatan 5,9 skala Ritcher (sR) mengguncang sisi selatan pulau Jawa. Gempa tersebut diketahui berpusat di Samudra Hindia, sekitar 33 kilometer sebelah selatan Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. Gempa menewaskan lebih dari 5.700 orang, melukai puluhan ribu orang dan menghancurkan ratusan ribu rumah. Orang-orang berlarian ketakutan menjauhi pusat gempa takut akan adanya tsunami dan gempa susulan. 
Setelah gempa berhenti dan keadaan dirasa aman orang-orang mulai kembali kerumahnya membersihkan puing-puing dan mengambil barang-barang berharga yang masih tersisa. Rumah yang masih kokoh berdiri hanya beberapa saja, sedangkan sebagian besar rumah sudah hancur dan rata dengan tanah.  Aan Fajar lestari beruntung dan bersyukur rumahnya masih berdiri tegak diantara rumah-rumah tetangganya yang rata dengan tanah. Namun, Aan merasa prihatin dengan tetangganya yang sedih karena rumahnya yang hancur.  Ketika Ibu-ibu sibuk membersihkan rumah, anak-anak dibiarkan begitu saja. Padahal perhatian dan kasih sayang seorang ibu sangat dibutuhkan di saat itu.
Aan dan teman-temannya mencoba mencari solusi akan masalah tersebut. Muncullah ide brilliant Aan untuk membuat acara menghilangkan trauma anak-anak dan mengisi kekosongan dengan belajar dan bermain.  Pasca Gempa Aan mulai mendirikan sebuah sanggar belajar yang diberi nama “Canau Lestari” Cakruk Sinau Lestari. CANAU adalah singkatan dari Cakruk (gubug) dan Sinau (belajar) yang artinya tempat kecil, sederhana namun bermanfaat untuk belajar. Dan LESTARI adalah sebuah harapan sekaligus petikan dari nama belakangnya agar sanggar itu bisa terus lestari. Sanggar belajar ini merupakan bentuk kontribusi seorang anak muda, Aan Fajar lestari untuk mencerdaskan anak bangsa.
Canau Lestari didirikan Aan di 2 tempat di banguntapan bantul dan Gunung Kidul. Kegiatan di Canau Lestari adalah belajar, berbagi ilmu untuk anak-anak. Anak-anak yang bergabung di sanggar ini tidak dibedakan anak-anak yang mampu atau tidak mampu, siapa saja yang ingin bergabung boleh bergabung. Anak-anak yang bergabung di sanggar ini berumur <18 tahun.
Aan Fajar Lestari atau yang lebih akrab dipanggil Tari ini, aktif di berbagai organisasi  seperti remaja masjid, karang taruna, OSIS, Wartawan Cilik dan lainnya. Selain itu sebagai Ketua I Forum Anak Kota Yogyakarta Aan  juga aktif di Forum Anak Daerah Istimewa Yogyakarta. . Setelah pengalamannya menjadi Duta Kongres Anak Nasional SOS Desa Taruna Indonesia, Aan kerap memasyarakatkan hak hak anak lewat berbagai event, menulis di berbagai media massa atau siaran di berbagai radio.

Tahun 2009  tepatnya pada  peringatan hari anak Aan meraih kesuksesan mendapat penghargaan pemimpin muda .  Aan mendapat penghargaan pemimpin muda 2009 yang diberikan oleh Bapak Susilo Bambang Yodoyono dan UNICEF. Penghargaan ini diselenggarakan oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia, UNICEF dan beberapa lembaga yang bergerak di bidang anak. Selain itu di tahun yang sama Aan mendapatkan penghargaan sebagai Pelajar Penulis Produktif sari persahabtan wartawan cilik.
Prestasi Aan tidak berhenti pada situ saja tahun 2008 Aan mendapatkan penghargaan dari GKR Hemas DIY 2008 sebagai Pelajar Sang Inspirator. Tahun 2010 Aan menjadi delegasi untuk Indonesia pada ASEAN Children Vontana Forum 2010 di hotel Clark Philipine. Semangat Aan untuk terus berprestasi dan berkontribusi terhadap anak-anak bangsa benar-benar membuahkan hasil. Penghargaan yang begitu banyak untuk Aan adalah bentuk Apresiasi karena kontribusinya selama ini. Aan berharap sanggar belajar dan apa yang telah dilakukannya selama ini bisa bermanfaat buat orang banyak. Sekrang ini Aan masih mengembangkan sanggar belajarnya dan menggumpulkan uang untuk tabungan pendidikannya.
Aan merupakan salah satu perempuan inspirasi di Indonesia. Siapa lagi perempuan inspirasi yang berikutnya? Perempuan bukanlah pembatas untuk kita lebih berprestasi dan berkaryalagi. Jadi, kita tidak perlu takut dan malu mengeksplorasikan diri kita sendiri. Marillah jadi kartini masa kini untuk Indonesia yang lebih baik !!

 ket: aan yg pake kerudung coklat